Monthly Archive: October 2020

Perlukah Kita Beralih ke TWS Bluetooth Earphone?

Sejak iPhone 7 diluncurkan tanpa audio jack 3,5mm, bluetooth earphone semakin semakin banyak digunakan oleh pengguna ponsel. Teknologi yang disebut dengan True Wireless Stereo (TWS) ini memungkinkan Anda untuk mengakses audio dari ponsel tanpa hubungan kabel. Koneksi yang digunakan pada TWS adalah konektivitas bluetooth antara ponsel dengan earphone.

Berbagai produsen smartphone terbesar di dunia seperti Apple, Xiaomi, dan Samsung telah berlomba untuk mengeluarkan inovasi terbaru dalam teknologi TWS. Penjualan TWS pun semakin meroket. Penjualan TWS yang mulai diperkenalkan pada tahun 2016 meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat dalam waktu dua tahun saja. Jika di tahun 2016 penjualan TWS mencapai 15 juta unit, maka pada tahun 2018 penjualannya dapat mencapai 51 juta unit.

TWS memang memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan earphone yang menggunakan kabel. Namun perlukah Anda mengganti earphone kabel Anda dengan TWS? Mari kita pelajari dulu kelebihan dan kekurangan TWS.

Kelebihan memakai TWS yang pertama adalah Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa terganggu kabel. Pernahkah kabel earphone Anda tanpa sengaja tercabut karena gerakan Anda? Dengan memakai TWS Anda tidak perlu mencemaskan hal ini lagi. TWS juga memiliki jangkauan hingga 10 meter. Artinya, Anda masih dapat mendengarkan musik dari HP meskipun Anda terpisah dari HP dengan jarak maksimal 10 meter. Anda dapat memakai TWS saat latihan yoga, memasak, bersih-bersih rumah, dan kegiatan lainnya tanpa perlu membawa ponsel di tangan Anda.

Beberapa tipe TWS juga telah dilengkapi dengan fitur waterproof sehingga aman saat terkena keringat jika dipakai saat berolahraga. Gerakan olahraga Anda juga menjadi lebih bebas tanpa terganggu kabel.

Kelebihan yang kedua adalah Anda dapat berbagi musik dengan lebih fleksibel. TWS dapat digunakan untuk satu atau dua telinga. Anda dapat berbagi musik yang Anda dengar dengan orang lain tanpa terbatas kabel.

Namun, memakai TWS juga harus lebih berhati-hati. Bentuknya yang kecil serta tanpa kabel, dan terpisah antara earphone kanan dan kiri membuat resiko terselip atau hilang menjadi lebih besar. TWS juga memiliki komponen yang lebih kompleks daripada earphone kabel biasa, dan hal ini dapat menyebabkan TWS lebih rentan. Jika earphone kabel tidak apa-apa saat terjatuh atau terlempar, saat Anda beralih ke TWS Anda perlu menjaganya agar tidak sering terjatuh. TWS juga menggunakan daya baterai. Jadi, Anda perlu mengecek apakah TWS Anda perlu charging. Seperti halnya HP, jika baterainya habis maka TWS tidak dapat digunakan.

Samsung Keluarkan Ponsel 5G dengan Harga Termurah

Indonesia sedang bersiap menyambut jaringan 5G, jaringan nirkabel terbaru dengan koneksi Internet yang jauh lebih cepat dari 4G. Tetapi sudah siapkah Anda dengan ponsel yang memiliki fitur dukungan jaringan 5G? Jika belum, segera ganti ponsel Anda agar dapat menikmati koneksi Internet 5G yang super cepat. Samsung menghadirkan ponsel 5G termurah yang bisa menjadi pilihan Anda.

Samsung akan segera mengeluarkan Galaxy A42 yang merupakan ponsel 5G paling murah saat ini. Harga Samsung Galaxy A42 dibanderol pada $455 atau sekitar 6 jutaan. Samsung Galaxy A series memang terkenal sebagai seri Galaxy yang paling terjangkau namun dengan spesifikasi yang paling sederhana.

Samsung Galaxy A42 dilengkapi dengan prosesor Snapdragon 750G terbaru. Prosesor ini lebih kuat daripada Google Pixel 4A yang menggunakan Snapdragon 730G, tetapi tidak sekuat Pixel 4A 5G yang menggunakan Snapdragon 765G.

Samsung Galaxy A42 hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam, abu-abu, dan putih. Pada bagian belakangnya terdapat variasi gradasi warna yang semakin pekat pada bagian atasnya.

Pada desain belakang juga terlihat ada empat macam kamera, yaitu kamera 48 megapixel wide, 5 megapixel makro, 8 megapixel ultrawide, dan kamera 5 megapixel wide sensor. Galaxy A42 juga memiliki kamera depan 20 megapixel.

Samsung Galaxy A42 5G dilengkapi dengan layar lebar OLED 6,6 inci yang menampilkan gambar sejernih kristal untuk kepuasan Anda saat menonton video. Galaxy A42 hadir dengan 3 pilihan RAM, yaitu 4GB, 6GB, dan 8GB. Ponsel ini memiliki memori internal 128GB dan terdapat support microSD card hingga 1TB.

Untuk keamanan dan kenyamanan pengguna, Samsung Galaxy A42 5G dilengkapi dengan sensor sidik jari in-display yang akan memudahkan Anda untuk mengakses ponsel hanya dengan menyentuh layar.

Untuk ketahanan baterai, Anda tak perlu khawatir. Ponsel ini hadir dengan daya baterai 5.000mAh dan juga memiliki fitur 15W fast charging untuk mengisi daya dengan lebih cepat.

Jika dibandingkan dengan pendahulunya yaitu Galaxy A41 yang memiliki daya baterai 3500mAh, tentu Samsung Galaxy A42 ini jauh lebih unggul. Tetapi karena daya baterai yang tinggi ini, ukuran ponsel pun menjadi lebih besar dan lebih berat. Samsung Galaxy A42 memiliki ukuran 164,4×75,9×8,6mm dan memiliki berat 190 gram.

Dengan fitur yang cukup memukau dan juga dukungan teknologi 5G, Samsung Galaxy A42 layak menjadi rekomendasi ponsel baru. Selain itu, harganya yang cukup terjangkau jika dibandingkan dengan ponsel 5G lainnya membuat ponsel ini layak untuk dicoba.

Cara Menampilkan Status Covid di Google Maps

Kondisi pandemi Covid-19 di dunia kini semakin memprihatinkan. Kita harus selalu ekstra hati-hati dan tidak ketinggalan informasi mengenai status Covid di Indonesia dan di negara-negara lain di dunia. 

Banyak cara untuk mengakses update Covid-19 lewat handphone atau gadget lainnya. Bisa dari portal resmi lembaga kesehatan pemerintah, lewat sosial media, atau portal yang menyajikan informasi statistik lainnya.

Kini, update status Covid-19 di dunia dapat diakses dengan praktis dan mudah lewat aplikasi Google Maps. Rasanya hampir semua pengguna Android adalah pengguna setia aplikasi satu ini. Jumlah total pengguna aplikasi Google Maps sendiri kini lebih dari 1 milyar pengguna di dunia perbulannya.

Sujoy Banerjee, Product Manage Google Maps menjelaskan bahwa update terbaru Google Maps akan menyajikan informasi mengenai Covid-19 di suatu negara. Jadi para pengguna akan memiliki gambaran status Covid-19 di area tertentu sehingga dapat membantu pengguna untuk mengambil keputusan yang tepat dan langkah apa yang harus diambil.

Cara untuk menampilkan informasi Covid-19 di aplikasi Google Maps adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan aplikasi Google Maps Anda telah diperbarui dengan versi terbaru. Jika Anda telah menyetel pembaruan aplikasi otomatis, maka Anda sudah langsung dapat menggunakan fitur ini. Jika belum, lakukan pembaruan pada aplikasi Google Maps terlebih dahulu.
  2. Setelah melakukan pembaruan aplikasi, buka aplikasi Google Maps.
  3. Ketuk icon Layer pada sisi kanan atas layar, tepat di atas icon arah mata angin.
  4. Ketuk pilihan Info Covid-19 pada menu Detail Peta, lalu ketuk OK.
  5. Zoom out (perkecil tampilan) peta untuk melihat status Covid-19 di Indonesia dan negara-negara lain di dunia.

Informasi yang ditampilkan adalah angka yang menunjukkan rata-rata kasus baru Covid-19 dalam 7 hari per 100.000 penduduk di suatu negara. Saat ini Indonesia menunjukkan angka 1.7 yang artinya ada rata-rata 1.7 kasus baru per 100.000 penduduk dalam 7 hari. Ada juga informasi yang menunjukkan kasus Covid-19 meningkat atau menurun. Saat ini Indonesia ada dalam status meningkat.

Informasi lainnya adalah warna daerah dalam peta yang menunjukkan jumlah kasus Covid-19 per 100.000 penduduk dengan keterangan sebagai berikut:

  • Abu-abu : kurang dari 1 kasus.
  • Kuning : 1 hingga 10 kasus.
  • Oranye : 10 hingga 20 kasus.
  • Oranye tua : 20 hingga 30 kasus.
  • Merah : lebih dari 40 kasus.

Referensi informasi Covid-19 yang digunakan Google Maps diantaranya berasal dari Wikipedia, JHU CSSE Covid-19 Data, The New York Times, dan Brihanmumbai Municipal Corporation.